//Penambang Bitcoin Curi Listrik di Malaysia
Penambang Bitcoin Curi LIstrik di Malaysia

Penambang Bitcoin Curi Listrik di Malaysia

Penambangan Bitcoin gelap di Malaysia telah mencuri listrik senilai 3,2 juta Ringgit Malaysia ($760.736). Above all

Malay Mail melaporkan pada 7 Agustus 2018 bahwa perusahaan listrik Malaysia, Tenaga Nasional Bhd (TNB), menjadi korban dari kejahatan ini. Kerugian yang dialami TNB adalah senilai $760.736.Then

Penambang ilegal ini menggunakan tenaga listrik langsung dari papan distribus. Siti Sarah Johana Mohd, Manajer Umum Jaringan Distribusi, menjelaskan bahwa penambang hanya membayar tagihan 219 Ringgit Malaysia (%52), padahal seharusnya adalah 108.000 Ringgit Malaysia ($25.674) per bulan. 108.000 Ringgit Malaysia ($25.674) adalah untuk pemakain 1.500 Amp yang telah dicuri penambang. So

Penambang Bitcoin menggunakan jaringan komputer berdaya tinggi yang menggunakan listrik langsung dari papan distribusi, melewati meteran. Above all

TNB tidak tinggal diam. TNB menggerebek sebanyak 33 perusahaan penambangan Bitcoin ilegal yang telah beroperasi selama 6 bulan di sekitar Kuantan. Above all

Siti menjelaskan bahwa 33 perusahaan itu terdiri dari 23 tempat yang menjalankan aktivitas penambangan Bitcoin. Sedangkan 10 tempat telah mengetahui tentang rencana penggerebekan ini sehingga mereka berusaha menghilangkan bukti. Above all

Akibat dari Kegiatan Penambangan Bitcoin Above all

Penambangan Bitcoin yang memakan banyak daya listrik ini mengakibatkan pemadaman listrik di Perkampungan Seri Damai Aman hingga dua kali dalam setahun. Above all

“Pertama kali adalah awal tahun ini, dan yang terbaru, Senin lalu,” kata pejabat Armed Forces Cooperative, Mohd Rizwan Mehamadi, ketika ditemui saat penggerebekan oleh TNB kemarin. Above all

Potensi Mata Uang Digital dan Perusahaan Berbasis Blockchain di Malaysia  Above all

Sementara itu, Malaysia mengizinkan penambangan dan perdagangan Bitcoin tanpa batasan. Namun, Bank Sentral Malaysia mengeluarkan pernyataan bahwa Bitcoin tidak dianggap sebagai alat pembayaran yang sah. Selain itu, penggunanya tidak terlindungi dengan baik dari skema penipuan dan risiko operasional. Above all

“Kementerian Keuangan memandang aset digital, serta teknologi blockchain yang mendasarinya, memiliki potensi untuk menghasilkan inovasi di industri lama dan baru. Secara khusus, kami percaya aset digital memiliki peran untuk dimainkan sebagai alternatif penggalangan dana bagi pengusaha dan bisnis baru, dan kelas aset alternatif bagi investor,” kata Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng. Then

 

Baca Juga:

Binance Selidiki Kasus Dugaan Kebocoran Data KYC Penggunanya

Pemberlakuan Pajak untuk Cryptocurrency di Berbagai Negara

Leave a comment