//Dipaksa Berikan Bitcoin, Seorang Pria Singapura Hampir Tewas Terbunuh

Dipaksa Berikan Bitcoin, Seorang Pria Singapura Hampir Tewas Terbunuh

Seorang pria Singapura berusia 32 tahun bernama Mark Cheng Jin Quan menjadi korban penganiayaan yang dipaksa untuk memberikan uang 1 juta dolar Singapura dalam bentuk bitcoin atau sekitar Rp10,1 miliar.then

Awal kejahatan bermula Mark diminta oleh temannya yang bernama Kim Lee Yao Wei untuk pergi ke Thailand untuk memberikan edukasi tentang bitcoin, singkat cerita Mark mengiyakan tawaran tersebut, namun siapa yang sangka bahwa tawaran tersebut akan berujung petaka bagi Mark.then

Kim sendiri merupakan warga negara Singapura dan Mark merupakan seorang pengusaha yang sudah berkecimpung di dunia blockchain. then

Sesampainya di Thailand pada 9 Januari 2020, Mark bertemu dengan Kim dan ia pun dibawa Kim untuk bertemu dengan teman-teman Kim. Ketika dalam perjalanan, mereka berhenti di sebuah pom bensin yang menjadi saksi bisu penculikan Mark terjadi. Menurut dugaan bahwa Mark dipindahkan ke mobil yang berbeda dan dibawa oleh 5 orang penculik.then

https://coinone.co.id/auth/register

Bitcoin Sebagai Tebusan Penculikan

Dengan keadaan tidak bisa melihat, Mark dibawa ke sebuah tempat. Menurut pengakuannya, berbagai tindak kekerasan seperti disiram air es, dipukul hingga disetrum listrik pernah dialami Mark dalam kasus ini. Para penjahat juga memintanya untuk memberikan uang yang jumlahnya tidak sedikit yakni mencapai 1 juta dolar singapura dalam bentuk bitcoin atau sekitar Rp10,1 miliar.then

Dikarenakan Mark tidak memiliki bitcoin sejumlah yang diminta penculik tersebut, maka ia hanya dapat memberikan bitcoin senilai Rp633 juta. Walaupun sudah menerima bitcoin, para penjahat tersebut tetap berniat untuk membunuh Mark.then

Baca juga:

– Polisi India Dapat Pelatihan Khusus Identifikasi Kejahatan Crypto

Mark masih berhasil melawan dan selamat dari perlakuan keji para penjahat meski sudah dalam kondisi yang cukup parah. Setelah hasil penyelidikan, diketahui bahwa Kim selaku teman dari Mark merupakan orang yang menjadi otak dari penculikan tersebut.then

Dikutip dari Business Insideder, Mark mengatakan “Saya tidak menyangka teman saya terlibat. Saya benar-benar tidak tahu siapa yang bisa saya percayai sekarang,”then

Menurut Bangkok Post, seorang aktor Thailand terkenal yang tidak diketahui namanya juga ikut terseret kasus ini terkait kepemilikan mobil yang digunakan oleh para penjahat.then

Sumber:

Business Insider, Bangkok Post, Cointelegraph

Leave a comment