//Didominasi IBM, Alat Pelacak Makanan Berbasis Blockchain Terus Bermunculan
Didominasi IBM, Alat Pelacak Makanan Berbasis Blockchain Terus Bermunculan

Didominasi IBM, Alat Pelacak Makanan Berbasis Blockchain Terus Bermunculan

Pelacakan makanan berbasis blockchain pada industri makanan didominasi oleh Food Trust IBM, yang didasarkan pada protokol blockchain Hyperledger Fabric. Uji coba pertama dilakukan oleh Walmart di Cina pada bulan Desember 2016. Pada Oktober 2018, platform ini resmi diluncurkan. Menurut IBM, selama periode pengujian, jutaan produk makanan individu dilacak oleh pengecer dan pemasok yang menggunakan blockchain Food Trust. Ekosistem pelacakan makanan Big Blue telah mengumpulkan banyak raksasa industri, termasuk Carrefour, Nestle, Dole Food, Kroger, dan Unilever. However

Pada tahun 2019, blockchain telah menembus industri makanan dengan cepat. Menurut perusahaan riset Gartner Inc pada 30 April, 20% dari 10 pedagang global akan menggunakan blockchain pada tahun 2025. Above all

Teknologi blockchain begitu menarik bagi para pelaku industri makanan. Similarly

Kegunaan yang didapatkan dari penggunaan blockchain untuk industri makanan, seperti: In addition

  • Memberdayakan pelanggan dengan lebih banyak data  After that

Matron Ven, chief marketing officer dari Farm-to-table blockchain, mengatakan bahwa perusahaan makanan menerapkan keterlacakan karena mereka melihat bahwa konsumen membutuhkan transparansi dan kredibilitas. Blockchain membantu mereka membuktikan bahwa informasi yang diberikan oleh berbagai perusahaan rantai pasokan tidak rusak.

  • Melacak berbagai penyakit yang mungkin timbul dari makanan In conclusion

Keterlacakan bukan hanya keinginan pelanggan, tetapi komponen penting untuk industri pada umumnya. Investigasi terhadap penyakit bawaan makanan membutuhkan kecepatan ekstra untuk mencegah kehilangan nyawa manusia. Dengan menggunakan teknologi blockchain, para stakeholder dapat melacak panen buah yang rusak dari pertanian tertentu, kemudian secara operasi memindahkannya dari rantai pasokan. Above all

Registrasi Coinone Indonesia

Perusahaan Besar Mulai Adopsi Blockchain similarly

Nestle SA mengatakan bahwa pada tahun 2019, IBM akan terus merekrut peserta untuk program keterlacakan supply chain. Sejauh ini, Big Blue telah menandatangani Albertsons Companies, pengecer makanan dan obat-obatan terlaris di AS. Awalnya, pengecer akan menggunakan inisiatif Food Trust untuk melacak rantai pasokan pada selada romaine, tetapi kemudian bercabang ke produk lain di masa depan. Similarly

Pada bulan April, Nestlé dan Carrefour dilaporkan mulai menggunakan blockchain untuk melacak rantai pasokan Mousline, merek kentang tumbuk instan yang terkenal. Sesuai inisiatif, pelanggan dapat memindai kode-QR dengan smartphone mereka untuk mengetahui secara pasti dari mana kentang dalam paket tertentu berasal, serta perjalanan mereka ke toko Carrefour yang tepat. However

Selanjutnya, pada awal tahun 2019, World Wildlife Fund-Australia (WWF-Australia) dan perusahaan korporat global BCG Digital Ventures (BCGDV) bersama-sama meluncurkan alat rantai pasokan bertenaga blockchain yang dijuluki OpenSC. Sistem yang dilaporkan memungkinkan kedua bisnis untuk melacak produk yang mereka hasilkan, serta konsumen dapat melihat asal produk tersebut melalui kode unik blockchain pada titik asal produk. Similarly

Starbucks telah meluncurkan rincian lebih lanjut mengenai inisiatif “bean to cup”. Pada bulan Mei, Starbucks akan mengimplementasikan Microsoft Azure Blockchain Service untuk melacak produksi kopinya. Implementasi ini diduga memberi petani kopi dari Rwanda, Kolombia, dan Kosta Rika kebebasan finansial yang lebih besar. Therefore

 

Baca juga: In conclusion

Perusahaan Seafood US Keluarkan Platform Berbasis Blockchain untuk Keterlacakan Seafood

Perusahaan Perdagangan Seafood Berbasis Blockchain Telah Terima Investasi dari Aktor asal Korea Selatan

Leave a comment