//Cara Mengidentifikasi dan Mengurangi Serangan Bitcoin Dust

Cara Mengidentifikasi dan Mengurangi Serangan Bitcoin Dust

Dikutip dari news.bitcoin.com, transaksi Bitcoin bukan anonim, pengguna masih dapat menambahkan privasi dengan menggunakan alamat yang berbeda dan teknik lain untuk membuat rancu pengawasan pada blockchain.

Namun, metode de-anonimisasi yang dikenal sebagai serangan debu sedang meningkat. Jika transaksi mikro yang menjadi ciri serangan debu tidak diketahui, maka berpotensi digunakan untuk mengidentifikasi pengguna cryptocurrency.

Cryptocurrency seperti bitcoin cash (BCH) dan bitcoin core (BTC) tidak private secara default. Faktanya, kedua digital ledger benar-benar transparan untuk dilihat oleh seluruh dunia dan ini berarti pengguna bitcoin harus menambahkan tingkat privasi mereka sendiri untuk memberikan bentuk anonimitas yang lebih baik.

Teknik privasi yang digunakan oleh bitcoiner termasuk pengacakan koin, menggunakan Tor atau VPN, dan sepenuhnya hindari penggunaan alamat yang sama.

Meskipun telah mengambil langkah-langkah tersebut, bagaimanapun, ada saja cara orang dapat terindentifikasi dengan analisis blockchain yang dikenal sebagai serangan Dust, tindakan invasif yang dapat dengan mudah diketahui.

Dalam dunia bitcoin, istilah Dust atau debu digunakan untuk menggambarkan sebagian kecil dari bitcoin, sering kali disebut sebagai satoshi. Untuk melacak transaksi lebih lanjut, Dust dalam jumlah besar dicampur di seluruh jaringan yang menargetkan sejumlah besar alamat. Penyerang berharap bahwa sejumlah kecil dana bercampur dengan output transaksi yang tidak digunakan (UTXO), sehingga ketika dihabiskan sebagai input dalam transaksi baru dapat dilacak.

How to Identify and Mitigate a Bitcoin Dust Attack

Beberapa pengguna bahkan mungkin tidak menyadari sebagian kecil debu yang mereka terima dan bisa menghabiskan koin yang tercemar di kemudian hari. Tentu saja, beberapa pengguna  memeriksa log transaksi mereka setiap kali wallet mereka menerima bitcoin tetapi mereka mungkin tidak melakukan apa-apa dan still spend the Dust. Dana itu dapat digunakan untuk men-de-anonimisasi pengguna dan ada skrip yang dapat mengirim satu ton debu ke ribuan alamat sekaligus.

Mitigasi Serangan Debu

Ada beberapa cara untuk pengguna dapat menghindari pengeluaran debu. Satu taktik privasi yang sangat penting adalah menggunakan alamat yang berbeda untuk setiap transaksi. Ketika orang melihat saldo mereka pada mobile wallet, mereka mungkin tidak menyadari bahwa total wallet mereka adalah jumlah input dan UTXO. Ini berarti 2 BCH Anda dapat direpresentasikan dalam jumlah tambahan seperti 1; 0,5; 0,25; dan 0,25 untuk mendapatkan jumlah total.

Ada beberapa wallet yang memungkinkan Anda melihat alamat yang memiliki sebagian kecil UTXO di dalamnya dan Anda dapat mengurai dana dengan cara ini.

Beberapa wallet juga memungkinkan Anda untuk menambahkan deskripsi atau ‘bendera’ ke fraksi satoshi yang dikirim secara acak, sehingga Anda dapat mengidentifikasi serangan dengan mudah. Sayangnya, tidak semua wallet memungkinkan Anda memilih UTXO secara manual, sehingga pengguna dengan jenis wallet ini perlu mengimpornya ke klien yang melakukan mitigasi terhadap serangan debu. Lebih lanjut, tidak ada cara lain untuk dapat menghentikan serangan debu, karena sebagian besar jaringan blockchain tidak memiliki izin.

Beberapa satoshi yang dikirim ke wallet Anda mungkin bukan ‘serangan’ dalam arti kata yang berbahaya karena seseorang mungkin telah mengirim sejumlah kecil bitcoin secara tidak sengaja. Orang-orang yang menghargai bentuk privasi yang lebih tinggi akan selalu menganggap jenis transaksi ini sebagai invasif dan akan mengambil langkah-langkah kuat untuk mengelaknya.

Sumber: news.bitcoin.com

Leave a comment