//Aktivis HAM: Jutaan penduduk di bawah otoritas rezim butuh Bitcoin

Aktivis HAM: Jutaan penduduk di bawah otoritas rezim butuh Bitcoin

Alex Gladstein, CFO Yayasan HAM mempublikasikan artikel berjudul “Why Bitcoin Matters for Freedom” di majalah TIME. Dalam artikelnya, Ia menjelaskan bagaimana cryptocurrency menolong orang untuk mengatur kembali hidup mereka dari rezim penindas. Gladstein mengungkapkan bahwa spekulasi, penipuan dan kerakusan dalam industry cryptocurrency dan blockchain sudah menutup potensi dari penemuan Satoshi Nakamoto tersebut. Untuk orang yang hidup dalam otoritas pemerintah, Bitcoin dapat menjadi alat finansial yang bernilai sebagai media pertukaran yang tahan sensor.

Artikel yang ditulisnya berfokus pada situasi Venezuela sebagai contoh utama dari thesisnya. Ia merinci bagaimana masyarakat Venezuela menggunakan bitcoin untuk melarikan diri dari hiperinflasi dan juga control modal yang keras. Selain itu, artikel ini juga menjelaskan bagaimana Bitcoin dapat membantu masyarakat dari inflasi di Zimbabwe, membantu orang untuk menghindari pengawasan massal di China, membantu organisasi non-pemerintah yang memiliki pembekuan rekening di Rusia, dan juga para pengungsi yang tidak memiliki akses untuk layanan dasar perbankan.

“Kurang dari 1% dari populasi dunia sudah pernah menggunakan Bitcoin. Namun, berdasarkan data dari Yayasan HAM, lebih dari 50% dari populasi dunia hidup dibawah otoritas rezim. Apabila kita menginvestasikan waktu dan tenaga untuk mengembangkan wallet yang user friendly, lebih banyak exchanges dan materi Pendidikan bitcoin yang lebih baik, maka akan berpotensi membuat perubahan nyata untuk 4 Juta orang yang tidak percaya aturan rezim atau yang tidak dapat mengakses system perbankan. Untuk mereka, Bitcoin adalah solusi.” jelas Gladstein dalam tulisannya.

Source: News.bitcoin.com

Leave a comment