//Mahkamah Agung China Mengizinkan Bukti yang Diautentikasi Menggunakan Teknologi Blockchain

Mahkamah Agung China Mengizinkan Bukti yang Diautentikasi Menggunakan Teknologi Blockchain

Dilansir dari Cryptovest, Mahkamah Agung China telah memutuskan bahwa bukti yang diautentikasi menggunakan teknologi blockchain dapat diterima di pengadilan dan dapat digunakan dalam proses hukum.

Dalam keputusannya, pengadilan tinggi memberikan saran kepada internet court negaranya untuk melakukan penerimaan, pengiriman, mediasi, pertukaran bukti, persiapan pra-persidangan, pengadilan dan hukuman harus diselesaikan secara online serta dapat memberikan keputusan untuk menyelesaikan beberapa tautan litigasi online.

Ini juga memerintahkan internet court China untuk menerima data digital yang dikirimkan sebagai bukti oleh salah satu pihak, yang dikumpulkan dan disimpan melalui blockchain. Namun, data yang dikumpulkan harus mengandung informasi berharga seperti tanda tangan digital, verifikasi nilai hash atau stempel waktu yang dapat diandalkan, atau data yang dapat disimpan dalam platform deposisi digital.

Mahkamah Agung China mengeluarkan keputusan itu setelah provinsi Hangzhou menciptakan internet courts pertama yang ada di negara itu tahun lalu. Internet court didirikan untuk menangani litigasi sengketa berbasis internet yang melibatkan data digital.

Hal tersebut membuktikan bahwa China terbuka untuk teknologi blockchain, Selain itu, Departemen Kehakiman kota Zhongshan menerapkan teknologi blockchain ke dalam sistemnya untuk melacak narapidana yang dibebaskan secara bersyarat agar bisa memantau pergerakannya.

Source: Cryptovest

Leave a comment