//Russia, China dan Amerika Serikat Menjadi Target Utama Peretas Cryptocurrency

Russia, China dan Amerika Serikat Menjadi Target Utama Peretas Cryptocurrency

Dilansir dari Ambcrypto, Sebuah perusahaan internasional yang didedikasikan untuk menyelidiki dan mencegah kejahatan canggih dan penipuan online, Group-IB telah merilis temuan mereka dalam laporan yang berjudul “2018 Cryptocurrency Exchanges-User Accounts Leaks Analysis”, hal tersebut menganalisis kebocoran akun pengguna dan bertujuan untuk memberikan rekomendasi untuk memastikan keamanan pengguna dan exchange.

Dalam hasil investigasi yang dilakukan oleh Group-IB mengungkapkan bahwa Rusia, China dan Amerika Serikat menjadi target utama bagi para peretas cryptocurrency.

Jumlah akun yang disusupi pada Januari 2018 telah meningkat jika dibandingkan dengan jumlah akun yang disusupi pada tahun 2016 dan 2017, Ambcrypto melaporkan.

Dengan meningkatnya jumlah peretasan tersebut, Direktur Group-IB, Ruslan Yusufov beranggapan bahwa dunia akan mendesak para akademisi, peneliti, dan komunitas akademis untuk bersatu dan menemukan penyelesaian terkait masalah ini.

Dilansir dari Cryptovest, Para peneliti Group-IB menemukan 50 botnet yang digunakan oleh para cybercriminal untuk meluncurkan serangan terhadap pertukaran cryptocurrency. Bagian dominan dari infrastruktur malicious dikerahkan di Amerika dengan (56,1%) dan Belanda (21,5%). Sekitar 4,3% dan 3,2% perlengkapan para peretas ditempatkan di Ukraina dan Rusia.

Banyaknya program yang digunakan oleh para cybercriminal ini terus berkembang untuk mendapatkan akses ke akun pengguna dengan memanfaatkan kelemahan dari keamanan pribadi yang mereka gunakan dengan mengabaikan persyaratan 2-step Authentication serta menggunakan kata sandi yang mudah ditebak dan memiliki kurang dari 8 karakter.

Source: ambcrypto & Cryptovest

Leave a comment